Tuesday, 25 October 2016

POTRET PENDIDIKAN DI RIAU

Kelas Sagusablog merupakan kelas pembelajaran online bagi para guru yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia Ikatan Guru Indonesia yang sedang dipelajari oleh ibu Delta Nia guru SDIT Al Ittihad Rumbai - Pekanbaru.Delta Nia.

KUIS ENGLISH

PLEASE, ANSWER THESE TEST!

Monday, 24 October 2016

DELTA BLOG SAGUSABLOG

Assalamualaikum wr.wb

Blog ini adalah blog yang digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi penulis dalam rangka mendesign sebuah blog yang lebih menarik.
Blog Sagusablog merupakan singkatan dari Satu Guru Satu Blog yang dibimbing dan dilatih oleh para Trainer IGI (Ikatan Guru Indonesia) yaitu; Bapak Mr. Mung & Bapak Dahli Ahmad, yang memiliki kecerdasan, keahlian dan ketrampilan yang mumpumi dalam membantu para guru agar bisa membuat, merancang, dan mendesign blognya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana menulis bagi para guru.
Jazakumullahu khairon kepada para pembimbing yang telah memberikan inspirasi dan ide sehingga pemilik blog ini bisa belajar lebih jauh bagaimana caranya mendesign blog yang menarik, sehingga dapat dinikmati oleh seluruh pembaca yang ada di dunia maya atau internet ini.

Wassalam
Salam Sagusablog

Delta Nia
Guru SDIT Al Ittihad Rumbai
Pengurus Wilayah Prop. Riau tahun 2016

ARTIKEL ISLAMI



Terharu membaca artikel yang ditulis oleh Abu Muawiah ini , sesuai dengan keadaan sekarang… kala orang-orang yang belajar agama dan berhijrah sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya dianggap asing dan aneh, sementara orang-orang yang sikap dan tindakannya jauh dari tuntunan Allah dan Rasul-Nya, justru dijadikan contoh dan dianggap biasa… Nauzubillah min Zalik. Semoga terhindar dari segala macam fitnah dunia.
Ya Allah, jadikanlah kami umat-Mu yang terasingkan itu…Mashaallah ….
ISLAM DATANG DALAM KEADAAN ASING DAN IA AKAN KEMBALI DALAM KEADAAN ASING
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)
Hadits ini adalah salah satu di antara tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad SAW karena mengandung pengabaran tentang sesuatu yang akan terjadi. Dimana Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa sebagaimana Islam awalnya datang dalam keadaan asing di kalangan kaum musyrikin Makkah, maka demikian pula dia akan kembali menjadi asing bahkan di kalangan penganut agama Islam itu sendiri.
Hanya saja ketika Islam dikabarkan akan menjadi asing, itu bukan berarti dia boleh ditinggalkan -wal ‘iyadzu billah-. Bahkan hadits ini menunjukkan keutamaan dan kejujuran orang yang berpegang teguh dengannya. Hadits ini juga tidak menunjukkan orang yang berpegang teguh dengannya akan mendapatkan kesempitan dan kejelekan di dunia dikarenakan mereka terasingkan, akan tetapi justru hadits ini menunjukkan bahwa dia adalah manusia yang paling berbahagia, sebagaimana yang tersebut di akhir hadits, “Maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” Hal itu karena keadaan dan posisi dirinya sama persis dengan pendahulu umat ini yang mengikuti ajaran Islam ketika Islam pertama kali muncul dan dianggap asing oleh manusia. Dia adalah manusia yang paling berbahagia di dunia dalam keterasingan dan gangguan yang dia terima, karena Allah Ta’ala memberikan ke dalam hatinya kelapangan dan keluasan yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia, kecuali oleh mereka yang juga sejalan dan senasib dengannya. Ini bentuk keberuntungan mereka di dunia. Adapun di akhirat, maka mereka adalah manusia yang paling tinggi derajatnya setelah para nabi alaihimussalam.
Asy-Syaikh Salim al-Hilali hafizhahullah berkata, “Tidak ada riwayat yang sah mengenai penafsiran [Nabi] tentang makna al-Ghuraba’ (orang-orang asing) selain dua tafsiran yang marfu’ yaitu:
[1] Orang-orang yang [tetap] baik tatkala masyarakat telah diliputi kerusakan.
[2] Orang-orang salih yang hidup di tengah-tengah banyaknya orang yang buruk [agamanya], akibatnya orang yang menentang mereka lebih banyak daripada yang mengikuti mereka.” (Limadza ikhtartul manhaj salafi, hal. 55)
Adapun penafsiran yang pertama maka disebutkan dalam hadits Abdurrahman bin Sanah radhiallahu anhu dia berkata:
قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ
“Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)
Sementara penafsiran kedua disebutkan dalam hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu anhuma dan haditsnya disebutkan oleh Al-Albani rahimahullah dalam Ash-Shahihah no. 1273
Dari kedua penafsiran di atas kita bisa menarik kesimpulan kalau maksud dari kata “al-Ghuroba” adalah orang-orang yang istiqomah, yang tetap berbuat kebaikan bagi manusia ketika manusia telah rusak, merekalah manusia yang dijanjikan surga dan kebahagiaan. Mereka istiqomah di atas agama Allah, dan memurnikan tauhid serta mengikhlaskan ibadah mereka hanya kepada Allah. Merekalah orang-orang yang senantiasa menjaga sholat, membayar zakat, berpuasa dan berhaji serta amalan lainnya yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Bahkan Allah mensifati mereka dalam Al-Quran,
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُون نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta.” (QS. Fushilat 30-31)
Orang yang berpegang teguh dengan agama Islam dalam keterasingannya ini tidaklah mendapatkan kejelekan sedikitpun, sebanyak apapun orang yang mencela dan menyelisihi mereka. Dari Tsauban radhiallahu anhu -dan ini adalah hadits mutawatir- dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
“Senantiasa ada sekelompok ummatku yang dimenangkan atas kebenaran, tidak akan membahayakannya orang yang memusuhinya hingga hari kiamat sedangkan mereka tetap seperti itu.” (HR. Muslim no. 3544)
Dan juga telah shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam hadits Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiallahu anhu bahwa beliau bersabda:
فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ الصَّبْرُ فِيهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِمْ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ. قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ قَالَ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ
“Sebab di belakang kalian ada hari-hari (yang kalian wajib) bersabar. Bersabar pada saat itu seperti seseorang yang memegang bara api, dan orang yang beramal pada saat itu pahalanya sebanding dengan lima puluh kali amalan orang yang beramal seperti amalnya.” Abu Tsa’labah bertanya, “Wahai Rasulullah, seperti pahala lima puluh orang dari mereka!” Beliau menjawab, “(Bahkan) seperti pahala lima puluh orang dari kalian.” (HR. Abu Daud no. 3778, At-Tirmizi no. 2984, dan Ibnu Majah no. 4004)
Dari kedua hadits ini kita bisa melihat bagaimana besarnya keutamaan pengikut sunnah dan keistimewaan mereka dibandingkan selain mereka.
Walaupun mereka berada dalam keterasingan, akan tetapi merekalah pada hakikatnya orang-orang yang dikenal oleh Allah Ta’ala, sehingga keterasingan tersebut sama sekali tidak membuat mereka risih. Keterasingan mereka hanya di antara kebanyakan manusia, sementara kebanyakan manusia itu sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:
وإن تطع أكثر من في الأرض يضلوك عن سبيل الله
“Jika kamu menaati kebanyakan manusia di bumi niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.”
Maka sebenarnya mereka yang menyelisihi sunnah dan membenci orang-orang yang berpegang teguh dengannya, merekalah yang hakikatnya berada dalam keterasingan. Mereka asing di hadapan Allah dan rasul-Nya serta di mata agama-Nya. Sehingga keterasingan ini akan sangat mengganggu mereka walaupun di dunia mereka adalah orang-orang yang terkenal dan tersohor.

Sumber: http://al-atsariyyah.com/islam-datang-dalam-keadaan-asing.html


Sunday, 23 October 2016

RPP BAHASA INGGRIS KELAS 5

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1

Nama Sekolah : SDIT AL ITTIHAD
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas/Semester : V/Gasal
Tahun Pelajaran : 2016 - 2017
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2 x pertemuan)

Standar Kompetensi : Mendengarkan
Memahami kata/ungkapan/instruksi sangat sederhana dalam konteks ligkungan sekitar
Kompetensi Dasar : Merespon dengan   mengulang kosakata baru dengan ucapan lantang.
Indikator : Merespon dengan mengulang kosa kata yang didengar dengan suara lantang dan pelafalan yang berterima.
Karakter yang dikembangkan:  emphaty, percaya diri, peduli lingkungan.
1. Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran siswa dapat mengulang pengucapan kosa kata yang telah diperdengarkan dengan intonasi dan pelafalan yang tepat secara lantang.
2. Materi Pembalajaran& Keterpaduan
Kosa kata dalam kontek lingkungan sekitar
Pertemuan ke-1
Contoh:
• Big, small, fat, thin
• Bigger, smaller, fatter, taller
• Fish, burger, milk, banana, noodle
Pertemuan ke-2
Contoh:
• Sweet, bitter, salty, sour, hot
• Hospital, airport, bank, restaurant, Masjid
• Next to, behind, beside, in front of